Senin, 08 Desember 2014

Sistem Informasi



1.1    Definisi System Informasi
Sistem informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen serta pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Menurut bebrapa ahli seperti Turban, Mc Lean, dan Waterbe dalam bukunya “Information Technology for Managemen Making Connection for Strategies Advantages”, mendifinisikan bahwasannya “system informasi sebagai system yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, serta menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik”.[1]
Menurut Burch dan Strater dalam bukunya “Information System: Theory and Practice”, system informasi adalah suatu kumpulan beberapa fungsi yang bergabung secara formal dalam sistematis, yaitu:
1.      Melakukan pengolahan data dan transaksi operasional
2.      Menghasilkan informasi untuk mendukung manajemen dalam melakukan aktifitas perencanaan pengendalian dan pengambilan keputusan.
3.      Menghasilkan berbagai laporan bagi kepentingan eksternal organisasi.
Dari definisi di atas, terlihat bahwa “system informasi merupakan satu kesatuan unsur antara manusia dengan peralatan yang bekerja sama melaksanakan pengolahan informasi mulai dari pengumpulan, pengolahan, sampai pendistribusian”.[2]

1.2    Komponen-komponen Sistem Informasi
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut blok bangunan (building blok), yang terdiri dari komponen input, model, output, teknologi, hardware, software, basis data, dan control.Semua komponen tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan untuk mencapai sasaran.

1.      Komponen input
Input mewakili data yang masuk kedalam system informasi.Input disini termasuk metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
2.      Komponen model
Komponen ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika, dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
3.      Komponen output
Hasil dari system informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai system.
4.      Komponen teknologi
Teknologi merupakan “tool box” dalam system informasi, teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran, dan membantu pengendalian dari  system secara keseluruhan.
5.      Komponen hardware
Hardware berperan penting sebagai suatu media penyimpanan vital bagi sistem informasi, yang berfungsi sebagai tempat untuk menampung database atau lebih mudah dikatakan sebagai sumber data dan informasi untuk memperlancar dan mempermudah kerja dari system informasi.
6.      Komponen software
Software berfungsi sebagai tempat untuk mengolah, menghitung dan memanipulasi data yang diambil dari hardware untuk menciptakan suatu informasi.
7.      Komponen basis data
Basi data (database) merupakan kumpulan data yang saling berkaitan dan berhubungan satu dengan yang lain, tersimpan di perangkat keras computer dan menggunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.Data dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa supaya informasi yang dihasilkan  berkualitas.Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya.Basis data diakses atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak paket yang disebut DBMS (Database Management Sistem).
8.      Komponen control
Banyak hal yang dapat merusak system informasi, seperti bencana alam, temperature, air, debu, kegagalan-kegagalan system itu sendiri, ketidak efisien, sabotase dan lain sebagainya.Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak system dapat dicegah atau pun bila terlanjur terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.








[1] Fardian, 2012, Pengantar SI, www.fardian.mhs.uksw.edu, diakses tgl 23 November 2012, jam 20.24.
[2] Dwijabali, 2011, Pengertian Sistem Informasi Komputer, www.dwijabali.wordpress.com, diakses tgl 22 Maret 2011.

Senin, 24 November 2014

PERANAN TELEKOMUNIKASI

1.1    Pengertian Peranan Telekomunikasi
“Teknologi telekomunikasi atau biasa disebut teknologi komunikasi adalah teknologi yang berhubungan dengan komunikasi jarak jauh.Teknologi inilah yang memungkinkan seseorang dapat mengirimkan informasi atau menerima informasi ke atau dari pihak lain yang letaknya berjauhan.Teknologi ini membuat jarak seperti tak ada lagi.Ratusan atau bahkan ribuan kilometer bukanlah hambatan untuk berkomunikasi secara online karena kehadirannya”.[1]

1.2    Peranan Telekomunikasi
Beberapa peranan telekomunikasi dalam berbagai bidang yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, yaitu:
1.      Peranan teknologi komunikasi dalam keluarga
Beberapa elemen penting mengenai komunikasi dalam keluarga adalah mengenai bagaimana komunikasi itu dapat tetap berjalan meskipun berada di tempat yang berbeda.Untuk itulah para ahli komunikasi menciptakan sebuah alat yang dapat membantu keluarga untuk tetap berkomuikasi.Alat yang bernama handphone ini sangat penting dan berguna dalam mempertahankan komunikasi antar keluarga.Dimanapun keluarga tersebut berada, mereka tetap dapat berkomunikasi dengan baik.

2.      Peranan teknologi komunikasi dalam dunia pendidikan
Dalam dunia pendidikan, peranan teknologi komunikasi sangat dirasakan oleh para pengajar maupun oleh siswa atau mahasiswa.Denga teknologi computer dan internet, para siswa atau mahasiswa tidak hanya dapat belajar di dalam kelas.Mereka dapat belajar di manapun, karena hamper semua materi pelajaran dapat diperoleh melalui CD, power point dari para pengajar, atau langsung diakses melalui internet seperti metode e-learning dan lainnya.Ada juga perpustakaan elektronik (e-library) dan buku elektronik (e-book) yang dapat membantu para siswa dan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka dan yang terpenting adalah semakin membuka wawasan mereka.

3.      Peranan teknologi komunikasi dalam dunia kerja
Dalam dunia kerja atau khususnya wilayah perkantoran, rata-rata sudah memiliki computer.Komputer banyak digunakan di kantor-kantor untuk membantu pekerjaan administrasi.Pembuatan surat-surat yang dahulu menggunakan mesin ketik manual, kini digantikan oleh computer.Di samping hasilnya lebih rapih dan dapat dikoreksi sebelum dicetak, surat juga dapat disimpan dalam bentuk dokumen elektronik.Apabila suatu saat diperlukan kembali, maka dokumen/file tersebut dapat digunakan kembali.

4.      Peranan teknologi komunikasi dalam bidang bisnis dan perbankan
Peranan teknologi komunikasi dalam bidang bisnis dan perbankan sangat besar, karena tujuan dari bisnis dan perbankan adalah untuk mencari keuntungan yang diperoleh dari hasil transaksi baik barang maupun jasa.Dalam dunia perbankan, selain untuk menjalankan kegiatan-kegiatan rutin kantor, system computer dapat membantu pelayanan terhadap para nasabah dengan baik.Nasabah dapat melakukan transaksi perbankan secara aman dan nyaman.
Salah satu alat yang sangat terlihat dalam membantu para nasabah adalah Automatic Teller Machine atau yang lebih dikenal dengan ATM.Saat ini, ATM sudah banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia, sehingga dapat semakin memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi tunai atau pembayaran lain.

5.      Peranan teknologi komunikasi dalam bidang kedokteran
Pada bidang kedokteran, computer banyak digunakan untuk membantu para dokter dalam berbagai hal, misalnya memeriksa, mendiagnosa, dan menentukan penyakit pasien dengan memasukkan data-data keluhan pasien ke dalam system computer, menentukan jenis terapi dan pengobatan berdasarkan informasi dari system computer, mempercepat proses uji laboraturium pasien, memantau kondisi pasien, dan lainnya.
Beberapa alat yang biasanya digunakan dalam bidang kedokteran yaitu CT-Scan, Rontgen, dan lainnya.Dengan alat bantu tersebut, para pekerja medis dapat dengan mudah mengetahui penyakit dalam yang diderita oleh pasien, sehingga dapat melakukan cara penanggulangan penyakit dengan cepat dan baik.[2]




[1] Abdurrahman-Yusuf, 2011, Peranan Telekomunikasi Teknologi, www.abdurrahman-yusuf.blogspot.com.
[2] M.Portal, 2012, Peranan Teknologi Komunikasi Dalam Berbagai Bidang di Masyarakat, www.m.portal.paseban.com, di akses tgl 22 May 2012, Jam 09.00.

Senin, 20 Oktober 2014

KOMPONEN DAN KLASIFIKASI TEKNOLOGI INFORMASI



    Komponen Sistem Teknologi Informasi
A.    Sistem Informasi Berbasis Komputer
Teknologi Informasi (TI) merupakan komponen tertentu pada sebuah system.Namun, hanya sedikit teknologi informasi yang digunakan secara terpisah.Alangkah baiknya, apabila TI digunakan dengan cara efektif, yaitu ketika mereka dikombinasikan atau digabungkan ke dalam system informasi.
Komponen-komponen dasar dari system informasi antara lain:
1)      Hardware: kumpulan peralatan seperti processor, monitor, keyboard, dan printer yang menerima data dan informasi, memproses data tersebut dan menampilkan data tersebut.
2)      Software: kumpulan program-program computer yang memungkinkan hardware memproses data.
3)      Database: sekumpulan file yang saling berhubungan dan terorganisasi atau kumpulan record-record yang menyimpan data dan hubungan diantaranya.
4)      Network: sebuah system yang terhubung yang menunjang adanya pemakaian bersama sumber di antara computer-komputer yang berbeda.
5)      People: elemen yang paling penting dalam system informasi, termasuk orang-orang yang bekerja dengan system informasi.[1]
B.     Infrastruktur Informasi
Infrastruktur informasi terdiri atas fasilitas-fasilitas fisik, layanan, dan manajemen yang mendukung semua sumber daya computer dalam suatu organisasi.Terdapat lima komponen utama dari infrastruktur, yaitu:
1)      Hardware (perangkat keras)
2)      Software (perangkat lunak)
3)      Network (fasilitas jaringan dan komunikasi)
4)      Database (basis data)
5)      Information management personnel (manajemen informasi personal)[2]
C.     Kemampuan Sistem Informasi
1)      Menyediakan proses transaksi yang cepat dan akurat.
2)      Menyediakan penyimpanan dengan kapasitas besar dan akses cepat terhadap penyimpanan ini.Sistem informasi pun harus menyediakan, baik tempat penyimpanan yang memadai untuk data korporasi, juga akses yang cepat untuk data ini.
3)      Menyediakan komunikasi yang cepat.
4)      Mengurangi informasi yang terlalu berlebihan.[3]

    Klasifikasi Sistem Teknologi Informasi
Berdasarkan fungsinya, fungsi system dibagi menjadi dua kategori, system dengan tujuan khusus (special purpose computer) dan system dengan tujuan umum (general purpose computer).
Special purpose computer merupakan jenis system yang dirancang dan digunakan untuk tujuan-tujuan pemakaian pada masalah khusus dan biasanya hanya berupa satu masalah saja.Program system telah disediakan di dalamnya.
Jenis system ini dapat berupa system digital atau analog.Jenis system ini banyak dikembangkan untuk pengendalian ptomatis pada proses system, untuk tujuan militer atau navigasi di kapal selam dan pesawat, untuk bidang diagnosis di kedokteran, dan sebagainya.
General purpose computer merupakan jenis system yang dirancang dan digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah.Dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai macam program dan permasalahan yang berbeda seperti pengolahan kata, grafis, permainan, multimedia, dan lain-lain.Yang termasuk dalam jenis system ini adalah PC (Personal Computer) yang biasa digunakan dirumah, kantor atau sekolah.[4]



[1] Sutarman. Pengantar Teknologi Informasi, Jakarta: PT BUMI AKSARA, 2009, h. 14.
[2] Ibid. , h. 15.
[3] Ibid. , h. 16.
[4] Vivih-minoz, 2012, Tugas Makalah TI Perkembangan Teknologi Informasi, www.vivih-minoz.blogspot.com
26/12/2012, jam 17.30.