Rabu, 27 Mei 2015

MANAJEMEN KURIKULUM

BAGIAN I
PENDAHULUAN
1.      Komsep Manajemen Pengembangan Kurikulum
Pengembangan kurikulum merupakan proses dinamik dan menyeluruh yang berkaitan dengan kebijakan nasional di bidang pendidikan, sesuai dengan visi, misi, dan strategi pembangunan pendidikan nasional.Masalah-masalah dalam proses pengembangan kurikulum (perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi) menjadi dasar pemikiran perlunya manajemen pengembangan kurikulum, baik dalam perencanaan maupun implementasi kurikulum secara operasional, konsep manajemen pengembangan kurikulum pada dasarnya mencakup kosep-konsep pengembangan kurikulum, dan konsep manajemen, yang terintegrasi dan menyeluruh.
Konsep pengembangan kurikulum meliputi berbagai pengertian kurikulum, perekayasaan kurikulum, asas pengembangan kurikulum.
Konsep manajemen merupakan suatu proses social yang berkenaan dengan keseluruhan usaha manusia dengan bantuan manusia lain serta sumber-sumber lainnya, menggunakan metode yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Manajemen pengembangan kurikulum penting berdasarkan berbagai pertimbangan yang pada gilirannya memerlukan tenaga manajer yang berkemampuan professional.
2.      Konsep Sistem Manajemen
Manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, da masyarakat.Dengan manajemen, daya guna dan hasil guna unsur-unsur manajemen akan ditingkatkan.
Dalam studi manajemen terdapat berbagai pandangan yang mencoba merumuskan defimisi manajemen dengan titik tekanan yang berbeda-beda.Salah satu rumusan operasional yang mungkin dapat diajukan, bahwa “manajemen adalah suatu proses social yang berkenaan dengan keseluruhan usaha manusia dengan bantuan manusia serta sumber-sumber lainnya menggunakan metode yang efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya”.
Manajemen adalah suatu disiplin ilmu, yang memiliki objek studi, sistematika, metode, dan pendekatan.
a.       Ilmu pengetahuan kealaman
b.      Ilmu studi social
c.       Ilmu perilaku
Manajemen berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan secara sistematik, yang meliputi pelaksanaan fungsi-fungsi perencanan, pengorganisasian, staffing, pengarahan dan control.
Merencanakan, berarti memilih serangkaian tindakan.Mengorganisasikan, berarti menata pekerjaan untuk melaksanakan rencana.Menyusun staf, berarti memilih dan mengalokasikan pekerjaan kepada orang-orang yang akan melaksanakannya.Mengarahkan, berarti menuntut tindakan bertujuan pada pekerjaan.Mengontrol, berarti rencana dilaksanakan dan dilengkapi.
3.      Konsep Administrasi dan Supervisi
Administrasi dan supervise adalah dua bidang tugas dalam penyelenggaraan pendidikan yang saling membutuhkan dalam usaha meningkatkan pelayanan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif.
Dalam rumusan administrasi terkandung paling tidak lima konsep pokok, yakni:
a.       Administrasi sebagai suatu proses keseluruhan.
b.      Manusia yang terlibat dalam proses administrasi.
c.       Proses administrasi senantiasa bertujuan.
d.      Pada prinsipnya administrasi dilaksanakan dalam bentuk kerjasama.
e.       Proses administrasi memerlukan dukungan peralatan dan perlengkapan.
Pendekatan yang diterapkan dalam administrasi kurikulum ada tiga kategori, yakni :
a.       Pendekatan produktif, demokrasi, dan humanistic.
b.      Pendekatan sistematik (klasik), romantic, dan modern.
c.       Pendekatan direktif, in service, dan sistemik.
Ciri-ciri supervise kurikulum pertama supervise adalah proses perbaikan pengajaran dengan cara bekerja sama dengan orang-orang yang bekerja sama bersama para siswa, kedua supervise adalah memudahkan para siswa belajar, supervise digunakan untuk menentukan kegiatan-kegiatan mempelajari dan emperbaiki kondisi-kondisi lingkungan belajar dan pertumbuhan para siswa dan guru, ketiga supervise dan supervisor berpijak pada dasar, bahwa fungsi utama supervisi adalah umtuk membantu situasi belajar bagi siswa, keempat supervise adalah suatu proses penyuluhan orang-orang dengan cara yang kreatif dalam rangka memecahkan masalah, baik masalah perorangan maupun masala bersma.
4.      Konsep Manajemen Pendidikan
Konsep mum pendidikan dapat dipahami dengan cara merumuskan definisi pendidikan, rumusan tujuan pendidikan, penjelasan tentang sasaran pendidikan, pelaksana proses pendidikan, cara dan prosedur yang ditempuh dalam proses pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan pelatihan.Sesuai dengan definisi ini, maka ada sejumlah istilah yang perlu dirumuskan/dijelaskan lebih lanjut, ialah: usaha sadar, penyiapan sebagai fungsi pendidikan, peserta didik, bimbingan pengajaran, pelatihan, hasil pendidikan, dan system pendidikan.
Manajemen pendidikan sebagai suatu system pengelolaan mencakup program kurikulum, program ketenagaan, program pengadaan fasilitas, program pelayanan, dan program hubungan dengan masyarakat.
Adapun tujuan manajemen pendidikan, adalah sebagai berikut:
a.       Secara umum, manajemen pendidikan bertujuan untuk menyusun suatu system pengelolaan yang meliputi administrasi dan organisasi kurikulum, pengelolaan dan ketenagaan, sarana dan prasarana, pembiayaan, dan media pendidikan.
b.      Lancarnya pengelolaan program pendidikan.
c.       Keterlaksanaan proses pembelajaran berdasarkan pendekatan cara belajar siswa aktif.

BAGIAN II
PROSES MANAJEMEN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1.      Pengembangan Komponen-komponen Kurikulum
Pengembangan kurikulum bertalian erat dengan perubahan pola pendidikan, ialah pendidikan tradisional yang berpusat pada mata ajar, pendidikan progresif yang berpusat pada siswa, dan pendidikan yang berpusat pada msyarakat.
Pendidikan tradisional senantiasa bertitik tolak pada pemikiran bahwa ujuan pendidikan semata-mata untuk mengembangkan kualitas intelektual siswa.Mata-mata ajaran dengan buku sebagai satu-satunya metode mengajar, semuanya merupakan ciri khas dari pendidikan tradisional.
Pada kurun waktu berikutnya, muncl reaksi terhadap system pendidikan tradisional itu yang disebut pendidikan progresif.dikatakan progresif karena orientasinya telah berbalik 180 derajat dari orientasi sebelumnya.Pendidikan dipandang sebagai suatu usaha untuk mengembangkan pribadi anak.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menurut mereka mengembangkan model baru, yang dapat disebut sebagai pendidikan modern.Dikatakn modern, karena system pendidikannya berorientasi pada masyarakat yan terus berubah dan maju.
2.      Prosedur Manajemen Pengembangan Kurikulum
Manajemen berlangsung dalam suatu proses berkesinambungan secara sistematik, yang meliputi pelaksanaan fumgsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan dan control.
Perencanaan adalah serangkaian tindakan yang mengacu ke depan, bertujuan untuk mencapai seperangkat operasi yang konsisten dan terkoordinasi untuk memperoleh hasil yang diinginkan.
Pengorganisasian dapat dilihat secara fungsional dalam konteks akademik atau kurikulm.Secara akademik, organisasi kurikulum dikembangkan dalam bentuk-bentuk organisasi sebagai berikut: kurikulum mata ajaran, kurikulum bidang studi, kurikulum integrasi, dan core curriculum.
Staffing adalah fungsi yang menyediakan personel untukmelaksanakan suatu system yang telah direncanakan dan diorganisasikan.Staffing dilakukan setelah ditetapkan tugas-tugas dan hubungan antara tugas-tugas tersebut.
Pengontrolan, adalah proses pengevekan performance terhadap standar untuk menentukan sejauh mana tujuan telah tercapai, sebagaimana telah dirumuskan dalam rencana.
3.      Manajemen Perencanaan Kurikulum
Karakteristik perencanaan kurikulum, pengembangan kurikulum adalahperencanaan kesempatan-kesempatan belajar yang dimaksudan untuk membina siswa kea rah perubahan tingkah laku yang diinginkan dan menilai hingga mana perubahan-perubahan telah terjadi pada diri siswa bersangkutan.Perencanaan kurikulum berfungsi sebagai alat manajemen, sebagai penggerak roda organisasi dan tatalaksana pendidkan/pembelajaran, motovasi melaksanakan system pendidikan.
Perumusan tujuan kemampuan.Kualitas kemampuan tenaga kerja perlu ditingkatkan agar dapat melaksanakan peran dan tugasnya secara efisien dan efektif.kemampuan tersebut meliputi pengetahuan dan keterampilan tentang masalah-masalah pekerjaan tertentu, pengetahuan dan keterampilan tentang system penyampaian, sikap dan nilai yang menjiwai kepribadian.
Perumusan isi kurikulum.Isi kurikulum disusun dalam bentuk bidang-bidang keilmuan, jenis-jenis mata pelajaran, satuan bahasan, dan pokok bahasan.program studi merupakan keseluruhan pengalaman belajar yang meliputi komponen-komponen dasar, bidang studi, dan penunjang.

BAGIAN III
      PELAKSANAAN KURIKULUM
1.      Administrasi Pelaksanaan Kurikulum
Administrasi pelaksanaan kurikulum berkenaan dengan semua perilaku yang bertalian dengan semua tugas yang memungkinkan terlaksananya kurikulum.Dalam administrasi pelaksanaan kurikulum ini, tujuan administrasi tersebut adalah agar kurikulum dapat dilaksanakan dengan baik.
Administrasi bertugas menyediakan/mempersiapkan fasilitas material, personal dan kondisi-kondisi agar kurikulum dapat dilaksanakan.
Pelaksanaan kurikulum dibagi menjadi dua tingkatan yaitu pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah dan tingkat kelas.
Pada pelaksanaan kurikulum tingkat sekolah, kepala sekolah yang bertanggung jawab untuk melaksanakan kurikulum di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
Pada pelaksanaan kurikulum tingkat kelas, yang berperan besar adalah guru yang meliputi tiga jenis kegiatan administrasi yaitu: sebagai yang bertugas dalam melaksanakan:
·         Kegiatan dalam bidang proses belajar mengajar.
·         Pembinaan kegiatan ekstra kurikuler.
·         Pembimbing dalam kegiatan bimbingan belajar.
2.      Supervisi Pelaksanaan Kurikulum
Supervise kurikulum adalah usaha yang dilakukan oleh supervisor dalam bentuk pemberian bantuan, bimbingan, pergerakan motivasi, nasihat dan pengarahan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan professional guru dalam proses belajar mengajar, yang pada gilirannya meningkatkan hasil belajar siswa.
Ciri-ciri supervise kurikulum adalah proses perbaikan pengajaran, memudahkan siswa belajar, mempelajari dan memperbaiki kondisi-kondisi lingungan belajar, kegiatan pelayanan kepada siswa oleh guru, merupakan proses penyuluhan secara kreatif.
Kegiatan supervise kurikulum ditujukan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam rangka pelaksanaan kurikulum.Bentuk kegiatan supervise kurikulum adalah membantu guru mengembangkan kemampuan melaksanakan kurikulum, memilih dan menggunakan material kurikulum, melayani perbedaan individual siswa, melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler, memecahkan masalah-masalah khusus.
BAGIAN IV
PEMANTAUAN DAN PENILAIAN KURIKULUM
1.      Pemantauan Kurikulum
System pemantauan kurikulum adalah suatu system pengumpulan dan penerimaan informasi berdasarkan data yang tepat, akurat dan lengkap tentang pelaksanaan kurikulum yang dilaksanakan secara sangkil dan mangkus melalui langkah-langkah yang tepat.
Tujuan pemantauan kurikulum.Secara umum, pemantauan kurikulum bertujuan untuk mempercepat pengumpulan dan penerimaan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dalam mengatasi permasalahan pemantauan kurikulum.
Pelaksanaan pemantauan kurikulum dapat dilaksanakan dengan cara: cara-cara rutin, cara langsung, maupun pertemuan melalui wahana komunikasi social yang ada.
2.      Penilaian Kurikulum
Penilaian kurikulum memiliki tujuan sebagai berikut:
1)      Secara umum memperoleh informasi mengenai pelaksanaan kurikulum di sekolah, dimana informasi ini akan bermanfaat sebagai dasar pertimbangan bagi pengambil keputusan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah.
2)      Secara khusus, memperoleh jawaban atas kelengkapan komponen kurikulum di sekolah, efektivitas pelaksanaan kurikulum, efektivitas penggunaan sarana penunjang, tingkat pencapaian hasil belajar ditinjau dari kesesuaian dengan tujuan, dan dampak pelaksanaan kurikulum baik positi atau negative.
Fungsi penilaian kurikulum sebagai berikut:
a)      Edukatif
b)      Instruksional
c)      Diagnosis
d)     Administrative

Tidak ada komentar:

Posting Komentar